Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memilih kepala daerah baru pada tahun 2018. Menanggapi pesta demokrasi lima tahunan ini, publik NTT selama ini mulai mendiskusikan kandidat yang dinilai mampu memimpin tanah Flobamora ini. Sejumlah nama bakal calon (balon) pun hadir menjadi buah bibir pembicaraan publik NTT.

Di era cyber, selain kriteria, penolakan terhadap kandidat tertentu diungkapkan secara terbuka oleh para netizen. Keterbukaan ini tentu disambut secara positif terutama bagi para kandidat. Artinya, setiap kandidat dapat mengidentifikasi karakter pemimpin yang dibutuhkan masyarakat NTT saat ini. Lebih dari itu, kandidat juga dapat merumuskan platform program yang menjawab kebutuhan masyarakat NTT.

Berangkat dari latar ini, Areopagus Indonesia mengadakan survei online yang bertemakan “Pasangan Bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT 2018-2023 Pilihan Netizen NTT.” Survei ini coba mengidentifikasi para bakal calon gubernur dan wakil gubernur, karakteristik netizen, sejumlah permasalahan masyarakat NTT dan alasan mereka memilih pasangan balon tersebut.

METODOLOGI

Secara metodologi, survei ini menggunakan metode nonprobability sampling, khususnya teknik sampling aksidental atau conveniance sampling. Desain survei adalah cross sectional study. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner dengan cara disebarkan kepada netizen yang berasal dari NTT melalui media sosial. Kuesioner tidak hanya dibagikan kepada perorangan tetapi juga group-group media sosial netizen warga NTT. Sampel dalam survei yang dilakukan sejak 8 November-15 Desember ini berjumlah 400 responden/sampel.

PROFIL LEMBAGA

Adapun Areopagus Indonesia adalah lembaga kajian kebijakan publik independen ataupun masyarakat berbasis rasionalitas dan penelitian ilmiah. Areopagus Indonesia memiliki visi menjadi lembaga penelitian, advokasi, dan analisis kebijakan sosial politik serta pemberdayaan masyarakat yang kredibel, akuntabel, dan independen.

Areopagus Indonesia menyediakan kajian analisis sosial politik untuk menjadi bahan rekomendasi, membangun sistem aplikasi business process untuk pemerintahan dan aktor pembuat kebijakan lainnya. Aeropagus juga melakukan monitoring dan evaluasi kebijakan sosio-politik, dan melakukan monitoring opini publik secara berkala dengan menggunakan offline and online survey.

HASIL SURVEI

1. Persentase Popularitas Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT

Pasangan yang memperoleh persentase tertinggi, yaitu Marianus Sae-Raymundus Fernandez (39%), Benny K. Harman-Benny Litelnoni (23%), Esthon Foenay-Chris Rotok (10%), Benny K. Harman-Ibrahim Medah (7%), Victor Laiskodat-Melki Lakalena (5%).

Gambar 1. Persentase Popularitas Pasangan Bakal Calon.

2. Persentase Keunggulan Pasangan Bakal Calon di 10 Kabupaten Mayoritas Responden

Netizen yang memilih pasangan balon Marianus Sae-Raymundus Fernandez dominan berasal dari wilayah Manggarai Raya. Selain itu juga pasangan balon ini juga banyak dipilih oleh netizen dari wilayah Ngada, Nagekeo, dan TTU. Keduanya memiliki basis pemilih yang kuat di daerah asal. Sementara itu, Benny Harman tampak mengungguli pasangan lainnya di Kota Kupang.

Artinya, dinamika politik menjelang pilgub NTT dan simulasi sejumlah pasangan bakal calon menyebabkan masyarakat cenderung memiliki preferensi politik yang rasional atau tidak berbasis primordial.

Gambar 2. Keunggulan Calon di Kabupaten Mayoritas Responden.

3. Alasan Memilih

Survei ini juga menemukan sejumlah kriteria yang menjadi alasan netizen untuk memilih masing-masing pasangan balon ideal menurutnya. Ada lima alasan dominan yang dikemukakan netizen, yaitu: merakyat (31), tegas (25), mampu memperbaiki kualitas pendidikan (17), antikorupsi (16), dan mampu memperbaiki permasalahan infrastruktur (11).

Gambar 3. Alasan Memilih Pasangan Calon.

 

Suara Netizen:

a. Merakyat

“Peduli pada rakyat”,

“Mengabdi untuk rakyat. Hadir sebagai negarawan yang urus rakyat.”

“Harapannya adalah mampu membaca kebutuhan rakyat NTT akan bangkit dari stigma buruk selama ini.”

“Merubah wajah kusam NTT menjadi Provinsi yang bebas kemiskinan, korupsi dan bisa tingkatkan mutu pendidikan, kesehatan dan menunjang kesejahteraan rakyat.”

“Membenahi infrastruktur dan ekonomi rakyat.”

“Jalankan amanah rakyat dengan benar dan jujur sesuai visi misi yang dipaparkan kepada masyarakat.”

“Pemimpin yang mau menerima bekerja sama dengan siapa saja

Pemimpin yang punya visi misi yang terukur

Pemimpin yang pro rakyat

Pemimpin yang tahu baik persoalan rakyat dan buat solusi yang tepat.”

“Figur yang dekat dengan rakyat dan inovatif.”

Jadilah pelayan rakyat sejati.”

b. Tegas

“Tegas, paham regulasi, politik dan birokrasi.”

“Tegas, cerdas dan berintegritas.”

“Tegas dan bebas KKN.”

“Berani mengambil keputusan, bebas dari korupsi dan kerja”

“Karena butuh pemimpin yang mau bekerja keras bersama rakyat dan mendukung segala usaha dan prestasi rakyatnya serta bisa memfasilitasi agar karya masyarakat bisa berkembang. Selain itu dibutuhkan kepemimpinan yang tegas tapi merakyat, serta program pembangunan diprioritaskan pada desa.”

c. Pendidikan

“Bisa membangun pendidikan NTT yang selalu berada di zona rendah.”

“Membawa perubahan di bidang … pendidikan ….”

“Merubah wajah kusam NTT menjadi provinsi yang …. dan bisa tingkatkan mutu pendidikan, ….”.

“Punya visi dan misi yang menurut saya secara pribadi pas buat masyrakat NTT terutama memajukan dunia pendidikan.”

“Benahi pendidikan yang selama ini tidak terurus seperti contoh kasus Universitas PGRI NTT yang tidak ada penyelesaian hingga kini….”

“… Mutu pendidikan di tiap daerah harus ditingkatkan lagi demi masa depan yang baik.”

“Pendidikan NTT dibenahi dengan cara penguatan kapasitas para guru. Pemerintah mesti memfasilitasi program pelatihan untuk para guru.”

“Prioritaskan fasilitas kesehatan dan pendidikan agar masyarakat NTT bisa terhindar dari gizi buruk dan anak-anak NTT bisa memperoleh pendidikan yang layak. Perbaiki seluruh fasilitas kesehatan dan pendidikan yang tidak layak lagi untuk digunakan.”

“Agar NTT lebih maju dan membangun fasilitas terutama bidang pendidikan, yang selama ini masih jauh dari yang diharapkan masyarakat,,dan menciptakan lapangan kerja baru untuk kesejahteraan masyarkat NTT.”

d. Korupsi

Berantas korupsi di NTT.”

“Mempunyai pengalaman, jujur, bebas dari kasus korupsi.”

“Membawa NTT menjadi daerah yang lebih baik dan bebas korupsi.”

“Pribadi yang antikorupsi dan komitmen terhdap hukum, religius, jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli.”

“NTT menjadi propinsi yang bebas korupsi dan menjadi propinsi yang berdikari.”

“Diperhatikannya akses jalan dan pemberantasan korupsi.”

“Jangan korupsi. Kembangkan infrastruktur, UKM, pariwisata dan sepak bola NTT.”

“Berani melakukan terobosan untuk meningkatkan perekonomian SDM NTT Dan berani menolak intervensi parpol.”

e. Infrastruktur

“Bisa memperhatikan infrastruktur khususnya kualitas jalan provinsi yang sangat buruk di era sekarang ini.”

“Saya berharap kepada pasangan terpilih untuk fokus pada prioritas utama pengembangan NTT: pariwisata, peternakan, peningkatan dan pemerataan infrastruktur, kelautan, mengawal dengan sungguh pembangunan desa dan penggunaan dana desa.”

“Mengatasi ketertinggalan insfrastruktur.”

“Infrastruktur jalan provinsi dituntaskan seluruhnya untuk akses ekonomi rakyat.”

“Membangun infrastruktur, kesejahteraan guru dan SDM demi merubah perekonomian.”

“Bisa membawa NTT menjadi propinsi yang mandiri secara ekonomi dengan pemerataan infrastruktur & kualitas pendidikan yang lebih baik.”

4. Permasalahan

Dari tanggapan netizen, lima persoalan utama Provinsi Nusa Tenggara Timur yang patut diperhatikan kandidat gubernur NTT 2018-2023 adalah persoalan pendidikan, infrastruktur, kemiskinan, birokrasi, dan kesehatan. Lima persoalan ini perlu dibenahi oleh calon kandidat gubernur NTT 2018-2013.

Adapun mayoritas netizen menyebut lima persoalan utama di NTT secara berturut-turut, yaitu pendidikan (38 kali), pendidikan (31 kali), kemiskinan (28 kali), kesehatan (18 kali), birokrat 18 (kali).

Gambar 4. Permasalahan di NTT

Suara Netizen:

a. Pendidikan

“Dapat menuntaskan persoalan kemiskinan, pendidikan, & kesehatan pada masyarakat.”

“Merubah wajah kusam NTT menjadi provinsi yang bebas kemiskinan, korupsi dan bisa tingkatkan mutu pendidikan, kesehatan dan menunjang kesejahteraan rakyat.”

“Mengangkat potensi NTT yang belum dimaksimalkan dalam bidang pertanian…pariwisata…kelautan dan pendidikan berkarakter.”

“Punya visi dan misi yang menurut saya secara pribadi pas buat masyarakat NTT, terutama memajukan dunia pendidikan.”

“Memberantas praktik KKN dan meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.”

“Dapat mewujudkan NTT yang lebih maju dalam hal pendidikan dan kesejahteraan sosial secara merata.”

“Pendidikan NTT dibenahi dengan cara penguatan kapasitas para guru. Pemerintah mesti memfasilitasi program pelatihan untuk para guru.”

“Bisa membawa NTT menjadi propinsi yang mandiri secara ekonomi dengan pemerataan infrastruktur & kualitas pendidikan yang lebih baik.”

“Supaya masyarakat NTT lebih diperhatikan lagi… terutama dalam bidang pendidikan dan lapangan kerja.”

b. Infrastruktur

“Bisa memperhatikan infrastruktur khususnya kualitas jalan provinsi yang sangat buruk d era sekarang ini.”

“Saya berharap kepada pasangan terpilih utk fokus dgn prioritas utama pengembangan NTT: pariwisata, peternakan, peningkatan dan pemerataan infrastruktur, kelautan, mengawal dgn sungguh pembangunan desa dan penggunaan dana desa.”

“Membawa perubahan di bidang infrastruktur jalan, air minuman, irigasi, pendidikan serta peningkatan pendapatan tambahan masyarakat.”

“Membangun infrastruktur, memberantas KKN.”

“Bisa membawa NTT menjadi propinsi yang mandiri secara ekonomi dengan pemerataan infrastruktur & kualitas pendidikan yang lebih baik.”

c. Kemiskinan

“Harapan terbesar adalah menjadikan NTT sebagai barometer bagi birokrasi di Indonesia dalam konteks pelayanan publik, NTT sebagai propinsi dengan tingkat KKN terendah, serta pemimpin ini bisa mengubah wajah NTT dari wajah sedih akibat problem kemiskinan menjadi sedikit lebih tersenyum karena ada peningkatan kualitas hidup dan ekonomi. Pemimpin yang tidak hanya merakyat pada moment sebelum pilkada saja tetapi lebih merakyat ketika sudah terpilih, pemimpin yang berempati.”

“Sekiranya jika mereka terpilih mampu membawa NTT keluar dari zona kemiskinan yang disandang saat ini.”

“NTT bangkit dari stigma kemiskinan.”

“Berkompeten, jujur dan mampu mengatasi masalah kemiskinan dan permasalahan Hukum di NTT.”

Track record yang baik dan mampu mengatasi berbagai permasalahan di NTT , khususnya mengatasi kemiskinan yang semakin meningkat di NTT.”

“Merubah wajah kusam NTT menjadi Provinsi yang bebas kemiskinan, korupsi dan bisa tingkatkan mutu pendidikan, kesehatan dan menunjang kesejahteraan rakyat.”

d. Birokrasi

 “Harapan terbesar adalah menjadikan NTT sebagai barometer bagi birokrasi di Indonesia dalam konteks pelayanan publik, NTT sebagai propinsi dengan tingkat KKN terendah, serta pemimpin ini bisa mengubah wajah NTT dari wajah sedih akibat problem kemiskinan menjadi sedikit lebih tersenyum karena ada peningkatan kualitas hidup dan ekonomi. Pemimpin yang tidak hanya merakyat pada moment sebelum pilkada saja tetapi lebih merakyat ketika sudah terpilih, pemimpin yang berempati.”

“Mampu memperbaiki birokrasi dari level desa sampai tingkat provinsi. Sehingga mempermudahkan masyarakat untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan administrasi.”

“Birokrasi NTT belum kreatif.”

“Birokrasi di daerah kita belum transparan.”

“Dana pembiayaan birokrasi sangat menyulitkan NTT.”

e. Kesehatan

“Adanya sambungan program dan kebijakan dari Pusat dan daerah diharapkan juga untuk memperbaiki layanan kesehatan masyarakat di daerah-daerah khususnya layanan kesehatan fungsinya lebih disosialisasikan kepada masyarakat.”

“Dapat menuntaskan persoalan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan pada masyarakat.”

“Melakukan perubahan khususnya pada sektor pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.”

“… meningkatkan pelayanan kesehatan terutama ibu dan anak serta kesehatan reproduksi termasuk kasus HIV yang terus meningkat.”

“Prioritaskan fasilitas kesehatan dan pendidikan agar masyarakat NTT bisa terhindar dari gizi buruk dan anak-anak NTT bisa memperoleh pendidikan yang layak. Perbaiki seluruh fasilitas kesehatan dan pendidikan yang tidak layak lagi untuk digunakan.”

 

PENUTUP

Akhirnya kami dari Areopagus Indonesia berharap hasil survei ini dapat membantu masyarakat NTT untuk bisa secara pro-aktif berusaha mengenal para bakal calon yang ditawarkan ke publik secara lebih kritis dan mendalam. Dengan demikian, perhelatan demokrasi di NTT tahun 2018 dapat menghasilkan pemimpin NTT yang benar-benar sesuai dengan keinginan rakyat banyak dan bertanggung jawab kepada pilihan rakyat.

 

 

Salam Aeropagus Indonesia,

ttd

Yanto Fulgenz

(Direktur Areopagus Indonesia)

 

 

NARAHUBUNG:

Research Manager (Harrys Mbon, M.Si – 0822 9932 3904)

Advocation Manager (Mus Jemarut, M.H – 0852 3901 5164)

Researcher (Nus Daso, S. Fil. – 0852 0545 7811)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here